Jual obat herbal tanpa efek samping

Konsultasi dan Pemesanan: 087736500711 (Call/ Sms) | 082134844244 (Call/ Sms/ WhatsApp) | Pin BB (By. Request)

Cara mengobati penyakit rematik gout akut

Cara mengobati penyakit rematik gout akut – Rematik adalah penyakit yang menimbulkan rasa sakit akibat otot atau persendian yang mengalami peradangan dan pembengkakan. Rematik terdiri atas berbagai jenis dan bisa menjangkiti persendian mana pun pada tubuh.

1. Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid arthritis merupakan jenis penyakit rematik yang paling umum diderita oleh kebanyakan orang. Bahkan banyak yang sering menyatakan penyakit rematik dengan rheumatoid arthritis. Rheumatoid arthritis terjadi karena sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan-jaringan pada persendian. Sendi-sendi yang diserang oleh sistem kekebalan tubuh akan mengalami radang dan menimbulkan rasa sakit.

   GEJALA

    Pembengkakan pada area persendian karena adanya penumpukan cairan pada persendian.

    Sendi terasa kaku, terutama ketika bangun tidur pada pagi hari dan juga saat lama tidak  di gerakan

Kulit di persendian berwarna merah dan terasa panas.

Rasa sakit pada persendian karena adanya peradangan yang aktif.

Pada kasus yang sudah parah, rheumatoid arthritis dapat menyebabkan kerusakan dan juga perubahan bentuk permanen pada area persendian. Jika hal tersebut terjadi, pergerakan sendi akan mengalami gangguan bahkan tidak dapat berfungsi sama sekali. Selain rasa sakit pada area persendian, rheumatoid arthritis juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti tubuh cepat lelah, demam, penurunan nafsu makan, dan juga nyeri otot. Ternyata, rheumatoid arthritis tidak hanya berkembang pada area sendi saja. Rheumatoid arthritis juga dapat menyerang area mata, kulit, ginjal, dan juga jantung sehingga menimbulkan gangguan pada kesehatan mata, kesehatan kulit, kesehatan ginjal, dan kesehatan jantung.

2. Osteoartritis

Osteoartritis merupakan jenis penyakit rematik (persendian) yang akan menyebabkan rasa sakit dan juga membatasi gerakan persendian dan lambat laun dapat menyebabkan kerusakan tulang rawan. Biasanya, daerah persendian di leher, jari, kaki, pinggang, lutut, dan juga pinggul merupakan lokasi yang sering terkena radang osteoartritis. Rematik jenis ini biasanya akan muncul seiring pertambahan usia.

GEJALA

Rasa sakit pada area persendian terutama saat digunakan untuk berjalan.

Persendian terasa kaku, tidak stabil, dan juga membengkak.

Persendian yang mengalami osteoartritis akan terasa sakit ketika disentuh.

Orteoartritis dapat menyebabkan semakin melemahnya otot dan membuat pergerakan untuk membungkuk semakin sulit. Bahkan aktivitas harian seperti mengenakan pakaian, duduk, dan juga menggunakan tangan untuk menggenggam juga akan terganggu.

3. Sindrom Sjogren

Jenis penyakit rematik selanjutnya adalah sindrom sjogren. Sindrom sjogren adalah penyakit radang persendian yang terjadi karena sistem kekebalan di dalam tubuh keliru menyerang jaringan yang sehat. Penyebab utama dari sindrom sjogren ini belum diketahui secara pasti. Namun, penyakit ini kebanyakan diderita oleh wanita.

GEJALA 

Mulut terasa kering karena kelenjar ludah tidak mampu memproduksi air liur dalam jumlah yang cukup.

Mata mudah mengalami iritasi dan terasa perih.

Salah satu jenis kelenjar air liur yaitu kelenjar parotid mengalami pembengkakan

Kelenjar air mata tidak memproduksi air mata dalam jumlah yang cukup sehingga mata terasa kering.  .

Sering mengalami sariawan

Mudah mengalami gangguan kesehatan pada gigi dan gusi.

Sindrom sjogren ini juga akan menyerang organ bagian dalam dan membuat area persendian terasa nyeri.

4. Ankylosing Spondylitis

Jenis penyakit rematik selanjutnya adalah ankylosing spondylitis. Jenis penyakit rematik tersebut merupakan penyakit peradangan yang kronis yang menjangkiti area tulang belakang dan juga bagian tubuh lainnya. Penderita ankylosing spondylitis biasanya adalah orang-orang yang berada di usia remaja hingga usia 30-an tahun.

 GEJALA 

Punggung akan terasa sakit ketika berdiri dan juga ketika beristirahat.

Rasa sakit biasanya akan muncul dari bagian bawah tulang belakang hingga ke bagian atas tulang belakang.

Ketika selesai melakukan aktivitas biasanya rasa nyeri atau sakit akan berkurang.

Rasa sakit pada pantat dan punggung bagian bawah akan muncul secara perlahan.

Bagian tubuh yang berada di antara leher dan tulang belikat sering terasa nyeri.

Beberapa bagian tubuh yang sering mengalami penyakit rematik jenis ini adalah persendian pada bahu, ruas tulang belakang, ruas rawan antara tulang rusuk dan tulang dada, persendian antara tulang panggul dan pangkal tulang belakang, dan juga ligamen dan tendon pada area persendian tulang belakang dan di belakang tumit. Seseorang yang mengalami penyakit rematik jenis ini biasanya akan kesulitan untuk membungkuk dan merasa punggungnya terasa kaku.

5. Rematik Gout

Rematik gout merupakan radang persendian yang juga sering disebut dengan asam urat. Kebanyakan orang yang berusia lanjut atau pada usia di atas 45 tahun sering mengalami kondisi ini. Rematik asam urat terjadi karena jumlah asam urat pada persendian terlalu banyak. Asam urat sendiri merupakan limbah dari pemecahan zat purin yang berada di dalam sel-sel tubuh.

Tanda Awal Ciri Ciri Terkena Penyakit Rematik

1.Pembengkakan pada sendi.

2.Sering mengalami kesemutan.

3.Sendi sering kaku dan sulit digerakan.

4.Lebam pada kulit.

5.Kulit merah seperti memar.

6.Demam ringan.

7.Mudah lelah.

8.Sakit pada tulang pada malam hari.

9.Jari kaku pada pagi hari atau ketika dingin.

Sebaiknya segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah benar gejala yang sering anda rasakan dikarenakan penyakit rematik. Kebanyakan masyarakat sering mengabaikan ciri ciri penyakit rematik yang ada, padahal dalam keadaan yang parah rematik dapat menimbulkan penurunan fungsi sendi sehingga beresiko besar mengalami kecacatan atau lumpuh secara permanen.

Tidak sedikit mereka yang menunda melakukan pengobatan, padahal jika segera ambil tindakan sebelum kondisi serius harusnya bisa sembuh lebih cepat dan menghindari bahaya yang sedang mengancam

Penyebab Rematik dan Faktor Resikonya Sayangnya, kebanyakan dokter masih belum tahu pasti apa sebenarnya penyebab rematik. Akan tetapi, ada sejumlah faktor resiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terkena penyakit ini. Waspadai faktor penyebab munculnya rematik berikut ini: Usia, rematik biasanya menyerang mereka yang usianya 40-60 tahun. Genetik. Jenis kelamin, wanita lebih rawan kena rematik dibanding pria.

 Luka berat. Hormon. Kebiasaan merokok. Polutan atau paparan zat berbahaya. Berat badan. Infeksi virus atau bakteri. Dari semua faktor risiko tadi, 3 yang teratas yaitu usia, genetik, serta jenis kelamin tidak bisa dicegah. Untuk lebih jelasnya, mari kita tilik lebih detil beberapa dari faktor penyebab rematik di atas. Genetik Risiko seseorang terkena rematik cenderung lebih besar bila ada anggota keluarganya yang juga menderita penyakit serupa. Seseorang yang memiliki HLA (Human Leucocyte Antigen) dalam tubuhnya memiliki risiko 5 kali lebih besar terkena rematik ketimbang yang tidak. Tapi, mereka yang sel tubuhnya mengandung HLA belum tentu pasti terkena rematik karena antigen ini hanya meningkatkan risikonya saja.

 Selain HLA, ada pula gen lain yang diduga memiliki kaitan erat dengan rematik, yaitu: PTPN22 – para ahli menduga gen ini berperan dalam pengembangan rematik. STAT4 – gen inilah yang menangani pengaktifan dan regulasi sistem imun. TRAF1 dan C5 – pakar mengasosiasikan gen ini dengan radang kronis. Menurut NIH (National Institute of Health), butuh lebih dari 1 gen untuk menentukan apakah seseorang bakal terkena rematik atau tidak. Gen yang dimaksud juga turut menentukan apakah rematiknya parah atau tidak. Infeksi Selain gen tertentu, para ahli juga menduga kalau bakteri atau virus bisa menyebabkan radang sendi yang berkembang menjadi rematik.

Dari hasil penelitian, mereka mendeteksi adanya bakteri di membran sinovial yang melapisi sendi. Hasil studi oleh Universitas John Hopkins yang dipublikasikan bulan Desember 2016 lalu dalam jurnal Science Translational Medicine, menyebutkan kalau bakteri yang biasanya menyebabkan radang kronis pada gusi dapat memicu rematik juga. Alasannya, infeksi bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans tersebut dapat meningkatkan produksi protein penyebab rematik. Akan tetapi bakteri ini bukanlah satu-satunya penyebab rematik karena sebagian mulut partisipan studi tidak memuat bakteri ini. Oleh karenanya, virus kemudian dianggap turut memicu munculnya rematik. Menurut Cleveland Clinic, penderita rematik pada umumnya memiliki kadar antibodi penangkal virus Epstein-Barr (penyebab mononukleosis/ demam kelenjar) yang lebih tinggi ketimbang orang lain.

Namun lagi-lagi, virus Epstein-Barr (EPV) ini bukanlah satu-satunya tersangka penyebab rematik. Ada pula jenis virus lain seperti retrovirus dan parvovirus B19, yang biasanya menyebabkan penyakit kelima (fifth disease). Luka berat Para ahli juga menganggap kalau luka berat merupakan salah satu faktor penyebab utama munculnya rematik. Berdasarkan hasil studi yang dirilis jurnal Open Access Rheumatology, luka berat bisa memicu munculnya radang yang mengarah pada rematik. Contoh luka berat yang dimaksud antara lain tulang patah/ retak, sendi terlepas, serta kerusakan ligamen. Tapi para ahli belum dapat menunjukkan bukti signifikan mengenai kaitan antara luka berat dengan risiko rematik.

 Penelitian skala besar dan jangka panjang masih diperlukan untuk menguji kebenaran teori ini. Hal ini dikarenakan luka berat biasanya tak langsung memicu munculnya rematik. Cedera berat hanya dianggap mampu memicu radang yang nantinya menyebabkan rematik. Rokok Asap rokok bisa langsung mempengaruhi tingkat keparahan rematik serta efektif-tidaknya perawatan yang dijalani. Hasil studi dari Arthritis Research and Therapy menemukan kalau sedikit saja asap rokok bisa meningkatkan risiko rematik. Hasil studi ini juga menunjukkan kalau merokok setiap hari bisa membuat perempuan berisiko 2 kali lebih besar terkena rematik. Dan kemungkinan terkena rematik juga menurun setelah berhenti merokok. Namun setelah 15 tahun berlalu, risiko mantan perokok untuk terkena rematik masih lebih besar dibanding mereka yang tidak pernah merokok. Soal ini, para ahli berpendapat kalau rokok menyebabkan fungsi imun menjadi cacat apalagi kalau tubuh juga memiliki gen penyebab rematik seperti yang disebutkan tadi. Dan seperti yang disebutkan sebelumnya, rokok bisa membuat rematik semakin parah dengan cepat, sekaligus mengganggu keefektifan perawatan yang dijalani.

 Kalau gangguan rematik menuntut seseorang sampai menjalani prosedur bedah, maka rokok bisa meningkatkan risiko komplikasi. Lain halnya dengan mereka yang tidak merokok, usai operasi, kondisinya biasanya jauh lebih baik. Karena itu, jangan merokok atau berhentilah agar risiko terkena rematik berkurang. Hormon Selain beberapa faktor yang disebutkan tadi, hormon ternyata juga bisa menjadi penyebab rematik. Dibanding pria, penderita rematik lebih banyak yang berjenis kelamin wanita. Dari sini, para ahli menyimpulkan kalau kadar hormon perempuan turut meningkatkan risiko rematik. Contohnya, beberapa wanita mengalami gejala rematik yang meningkat tajam saat sedang hamil. Gejala ini bisa jadi surut saat hamil, tapi bertambah parah setelah melahirkan. Selain itu, kondisi lain yang memicu naiknya kadar hormon pada wanita seperti menyusui atau menggunakan alat kontrol kehamilan hormonal juga bisa memperbesar kemungkinan rematik. Polutan Para ahli menduga sumber polusi seperti asap rokok, udara kotor, insektisida, serta paparan zat tertentu dari udara seperti silika dan asbes juga bisa meningkatkan kemungkinan seseorang terkena rematik. Obesitas Menurut Arthritis Foundation, sekitar 2/3 penderita rematik mengalami obesitas atau overweight.

Hal ini dikarenakan, lemak dalam tubuh menghasilkan protein sitokin yang berpotensi memicu radang. Jadi semakin berat tubuh seseorang, kian parah juga rematik yang diidapnya. Selain itu, obesitas juga bisa berpengaruh pada pengobatan tradisional rematik. Obat rematik yang dikenal dengan DMARDs (disease-modifying anti-rheumatic drugs) juga terbukti kurang efektif setelah dipakai lebih dari setahun pada penderita rematik obesitas/ overweight. Padahal obat ini cukup efektif bagi penderita rematik dengan berat badan normal. Akan tetapi sama seperti faktor lainnya, obesitas bukanlah faktor tunggal yang bisa menyebabkan seseorang menderita obesitas. Jadi, untuk mencari tahu penyebab pasti mengapa seseorang terkena rematik, maka perlu diamati pula dari segi lainnya seperti genetik, lingkungan, hormon, serta apakah ia pernah mengalami luka berat maupun infeksi.

Mencegah penyakit Rematik

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit rematik:

1. Luangkan waktu (walaupun sebentar) untuk berjalan kaki

Untuk dapat mencegah penyakit rematik ada beberapa hal sederhana yang dapat kita lakukan, hal sederhana pertama yang pelu dilakukan adalah berjalan kaki walaupun sebentar…

Karena dengan berjalan kaki akan dapat membakar kalori, menguatkan otot, lalu dapat membuat tulang semakin berkembang dan kuat.

Dengan melakukan hal tersebut, mudah-mudahan kita dapat terhindar dari rematik, terutama yang karena Asam urat.

Tetapi ada hal yang perlu diperhatikan dalam melakukam aktivitas, terutama untuk orang yang sudah terserang penyakit rematik, hindari melakukan olahraga yang terlalu berat dengan membebani lutut, seperti misalnya olahraga voli yang cukup memberatkan lutut.

Selain itu ada juga olahraga yang lebih bak dihindari untuk orang yang sudah terkena penyakit rematik, seperti olahraga bulu tangkis, dan juga olahraga bertarung bela diri.

Untuk ativitas sehari-hari, orang yang sudah terkena rematik juga tidak dianjurkan untuk berdiri terlalu lama.

2. Minum air putih yang cukup setiap hari.

Seperti sudah diketahui oleh banyak orang bahwa minum air putih itu cukup menyehatkan…

Apabila Anda segang haus, maka utamakan untuk minum air putih saja. Hal ini sangat baik untuk kesehatan tubuh secara umum

3. Rajin Memakan Buah

Selain kita dapat sehat dengan mengutamakan minum air putih…

Dianjurkan juga untuk mengkonsumsi buah, Anda dapat memakan buah yang enak dan sehat seperti buah Apel, Alpukat, Semangka, Stawberry dan beberapa buah lainnya.

Selain memakan buah, maka makan juga sayur-sayuran, karena kandungan di dalamnya sangat dibutuhkan oleh tubuh.

4. Perhatikan sepatu

Gunakanlah sepatu yang benar-benar nyaman, hindari menggunakan sepatu yang sangat ketat sehingga kaki akan merasa sempit.

Sepatu yang ketat dan sempit tersebut sangat berbahaya untuk kaki, terutama ibu jari kaki yang sulit untuk bergerak. Selain itu, hindari penggunaan sepatu / sandal dengan hak tinggi.

5. Kurangi tidur dengan kipas angin

Sangat dianjurkan apabila kita ingin terhindar dari penyakit rematik lebih baik tidur tanpa menggunakan kipas angin…

Apabila Kamu tidak kuat jika tidur tanpa kipas angin, maka hindari menggunakan kipas angin dengan mengarahkannya langsung kepada tubuh,

Kamu dapat membuat arah tembah kipas angin berputar, sehingga tidak hanya satu tempat saja yang ditembak kipas angin.

6. Ketika melakukan olahraga, maka lakukan pemanasan yang cukup

7. Hindari bekerja atau beraktivitas yang berlebihan atau terlalu berat

8. Penting untuk selalu berusaha menjaga berat badan agar tetap ideal, sehingga terhindar dari obesitas.

9. Batasi mengkonsumsi makanan sumber lemak hewani

10. Rajin mengkonsumsi buah dan sayur

11. Sering-sering lakukan relaksasi tubuh

12. Hindari menonton tv dan bekerja di depan komputer terlalu lama

13. Mengkonsumsi suplemen, seperti S Lutena 2 x 3 butir pagi dan malam, atau Izumio 2 x 1 pcs pagi dan malam

Makanan dan Minuman yang bermanfaat untuk mengatasi sakit radang sendi atau rematik.

1. Teh Hijau

Teh hijau kaya akan kandungan antioksidan. Pada penelitian yang ditemukan beberapa tahun terakhir, bahwa mengkonsumsi teh hijau memiliki khasiat yang besar untuk kesehatan tubuh.

Teh hijau terdapat kandungan antioksidan yang disebut epigallocatechin-3-gallate (EGCG), yang berperan sebagai zat anti-inflamasi, bermanfaat untuk meredakan rasa nyeri sendi.

2. Minyak zaitun

Minyak zaitun cukup populer dngan manfaat untuk kesehatan jantung, selain itu di dalam minyak zaitun terdapat kandungan oleocanthal, yang bermanfaat untuk mengurangi peradangan pada sendi.

Kamu bisa menambahkan minyak zaitun ke dalam makanan, seperti pada dressing salad, dan lainnya.

3. Jahe

Jahe adalah rimpang herbal yang banyak digunakan dalam bumbu kebanyakan masakan Asia termasuk Indonesia. Jahe juga berkhasiat sebagai anti-inflamasi dan dapat digunakan untuk beberapa pengobatan. Sangat mudah mengkonsumsi jahe, cukup dimemarkan sedikit lalu ditambahkan kedalam air hangat untuk diminum.

4. Kunyit

Kunyit memiliki sifat anti-inflamasi yang berkhasiat untuk menghilangkan rasa sakit akibat nyeri sendi atau rematik.

5. Bawang Putih

Bawang merah merupakan sumber quercetin, yang merupakan zat bersifat antioksidan, dengan khasiat untuk memerangi peradangan, termasuk pada nyeri sendi akibat arthritis.

6. Buah Alpukat

Kamu dapat menurunkan resiko penyakit rematik dengan rajin mengonsumsi alpukat matang secara teratur. Dimana kandungan lemak di dalam alpukat bermanfaat untuk memberikan lubrikasi secara alami pada persendian tulang seperti leher, pergelangan tangan, siku, pinggul, lutut danpergelangan kaki.

7. Jus apel

Minum jul apel yang diragikan (fermentasi) sebanyak setengah cangkir, dengan frekuensi dua kali dakam sehari, memiliki manfaat untuk mengatasi sakit radang sendi.

8. Jus semangka

Untuk arthritis karena kelebihan asam urat. Dengan mengkonsumsi segelas jus semangka (tanpa biji) pada pagi dan malam hari bermanfaat untuk mengeluarkan kelebihan asam urat.

9. Sawi putih

Sawi putih berkhasiat untuk mencegah dan mengobati penyakit rematik. Selain itu juga untuk mengatasi beberapa penyakit lainnya seperti influenza, luka memar, campak, bisul, sakit lambung, sakit kuning, TBC dan kencing darah.

10. Paprika

Sayuran paprika berkhasiat untuk menjaga kekebalan tubuh, kesehatan mata, kesehatan kulit dan selaput lendir, menurunkan kolesterol dan menurunkan resiko serangan jantug dan stroke. Selain itu paprika memiliki sifat panas di dalam kandungannya yang berkhasiat untuk mengobati penyakit rematik

11. Makanan kaya beta karoten

Karoten merupakan pigmen tumbuhan yang memiliki khasiat sebagai antioksidan bagi tubuh, kandungan ini banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran yang berwarna merah, kuning dan oranye , seperti wortel, ubi jalar, labu kuning dan ubi bit.

12. Makanan kaya Omega 3

Kandungan omega 3 sangat baik untuk kesehatan otak dan jantung, selain itu berkhasiat sebagai anti-inflamasi alami, yang mampu mengurangi peradangan dan menjaga kesehatan persendian. Sumber-sumber alami kandungan omega 3 banyak terdapat pada ikan kacang kenari, biji-bijian terutama biji bunga matahari.

13. Makanan yang kaya vitamin C

Vitamin C merupakan antioksidan yang bermanfaat untuk mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh, mengoptimalkan metabolisme kolagen dan protein. Kekurangan vitamin C bisa memicu timbulnya radang sendi. Kandungan vitamin C banyak terdapat pada buah jeruk, lemon, buah kiwi, sayuran brokoli, dan kembang kol.

14. Makanan mengandung Antosianin

Antioksidan bermanfaat untuk menghambat produksi zat pro inflamasi, yang menyebabkan peradangan. Senyawa ini banyak ditemukan di dalam buah ceri, blueberry, stroberi, blackberry, anggur merah dan terong.

Cara mengobati rematik secara tradisional

Ramuan tradisional Indonesia dikenal mampu mengatasi berbagai macam penyakit, seperti salah satunya nyeri sendi dan rematik. Berikut di bawah in bahan alaminya beserta penjelasannya:

1. Jahe

Jahe terkenal dengan manfaat menghangatkan tubuh,  manfaat lainnya adalah untuk mengobati rematik. Jahe umumnya digunakan sebagai bumbu masakan. Kamu bisa menggunakan jahe dalam mengatasi dan meredakan rematik.

Kamu bisa membuatnya dengan salad, saus maupun sup, yang ditambahkan jahe ke dalamnya. Setelah mengonsumsinya, bermanfaat untuk meredakan rasa nyeri.

2. Akar Beluntas

Apabila Kamu mengalami sakit pinggang atau keluhan berupa nyeri sendi, maka segera ambil akar beluntas secukupnya saja, kmudian cuci hingga bersih.

Setelah itu, rebus akar beluntas dengan segelas air hingga mendidih.

Kemudian saring airnya, lalu minum sekali sehari saja.

3. Lengkuas

Bumbu dapur yang satu ini ternyata dapat dijadikan obat rematik. Caranya, ambil beberapa potong jari rimpang lengkuas segar, kemudian cuci bersih lalu parut.

Setelah itu, peras airnya dengan kain, lalu gosokan pada bagian tubuh yang sakit, cara menggunakan seperti yang ada pada minyak urut. Adapun ampas lengkuas bisa digunakan sebagai obat gosok.

4. Daun Pandan Wangi

Cara penggunannya, ambil 3 lembar daun pandan segar, lalu cuci bersih dan iris tipis-tipis.

Seduh daun pandan wangi dengan 1/2 cangkir minyak kelapa yang sudah dipanaskan.

Gunakan minyak tersebut untuk menggosok bagian tubuh yang sakit.

Cara lainnya, ambil daun pandan wangi yag segar sebanyak 5 lembar, dan daun serai 20 lembar. Cuci bersih lalu ditumbuk hingga halus.

Tambahkan minyak kayu putih dan minyak gandapura masing-masing 1 sendok makan.

Setelah itu, aduk sambil diremas-remas sampai merata. Gunakan dengan menggosok dan mengurut pada bagian tubuh yang sakit.

5. Daun Kumis Kucing

 

Haluskan beberapa lembar daun kumis kucing, lalu ambil 1 sendok teh.

Haluskan beberapa lembar daun meniran, ambil 1 sendok makan.

Keduanya direbus dalam 1 gelas air hingga tersisa 3/4 gelas. Setelah dingin, airnya disaring lalu diminum sekaligus.

6. Kacang Kedelai Hitam

Caranya, 1 sendok makan biji kedelai hitam, 1 sendok makan kacang hijau dan 2 sendok makan kacang tanah digoreng tanpa menggunakan minyak (disangan), lalu tumbuk hingga halus.

Makan sebanyak 1 sendok teh saja setiap pagi dan sore hari.

7. Daun Seledri

Caranya, 1 tangkai seledri dicuci, setelah itu dilalap mentah setiap kali makan, Kamu bisa mengkonsumsinya sekali dalam sehari, atau beberapa kali dalam sehari.

8. Brotowali

Di balik rasa pahitnya, ada manfaat besar brotowali sebagai obat tradisional untuk mengobati rematik.

Caranya, ambil 10 cm batang brotowali, lalu dicuci bersih dan potong-potong setiap 3 cm.

Rebus dengan 3 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Kemudian saring airnya, setelah dingin diminum.

Ramuan ini bisa diminum 3 kali sehari.

9. Daun Senggugu

Caranya ambil daun senggugu yang masih muda dan adas pulasari secukupnya saja.

Lalu tumbuk hingga halus dan tambahkan kapur sirih (apu).

Setlah itu balurkan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang sakit.

Dalam penggunannya perlu sangat berhati-hati, karena jangan sampai terkena kelenjar lain yang menyebabkan timbulnya rasa panas dan perih.

DEMIKIANLAH ARTIKEL YANG DAPAT SAYA URAIKAN UNTUK ANDA PENDERITA REMATIK SEMOGA BERMANFAAT

ADAKAH CARA PENGOBATAN ALAMI AGAR PENGOBATAN PENYAKIT REMATIK LEBIH MAKSIMAL

BUAT ANDA YANG SEDANG BEROBAT KESANA KEMARI BELUM KUNJUNG SEMBUH JANGAN PUTUS ASA DULU

KAMI DARI CV DENATURE INDONESIA MENGENALKAN KEPADA ANDA PRODUK OBAT HERBAL REMATIK YANG AKAN MEMBANTU BEBAN PENDERITAAN PENYAKIT YANG ANDA DERITA

 

HARGA 295.000

SEGERA AMBIL LANGKAH TERBAIK UNTUK PENGOBATAN PENYAKIT YANG ANDA DERITA SEBELUM BERTAMBAH PARAH

TUNGGU APALAGI

 

SEPARAH APAPUN PENYAKIT YANG ANDA DERITA AKAN DISEMBUHKAN JIKA ANDA MAU BERUSAHA DAN PUNYA KEYAKINAN KUAT UNTUK MENGOBATINYA

Cara mengobati penyakit rematik gout akut
Artikel "Cara mengobati penyakit rematik gout akut" ditulis oleh admin update terakhir pada 4th November 2017 Categories: obat rematik Tags: , , , , , permalinks http://sqmlcz.com/2017/11/04/cara-mengobati-penyakit-rematik-gout-akut/ di sqmlcz.com

Related Posts:

2017 - sqmlcz.com - Obat Klamidia - Obat Gonore - Obat Sipilis - Obat Eksim || Design: de Nature Center